PERGI
Di sudut tenang dan sunyi
Aku terduduk lesu seorang diri
Sebatang pena bergelayut di sela jari
Mengukir kata lukiskan hati
Dengan hati resah tak menentu
Kurangkai kata satu demi satu
Hingga menjadi sebuah syair sendu
Sebagai ungkapan hati yang tergores
rindu
Maafkan aku, Sayang...
Dengan tiba-tiba aku menghilang
Putuskan tali cinta dan kebersamaan
Tanpa sepatah kata atau sebuah pesan
Juga tanpa senyum atau lambaian tangan
Mafkan aku, Sayang ...
Kutahu hatimu kecewa
Kutahu jiwamu merana
Kutahu batinmu bertanya
Mengapa ... kemana ...
Jawabannya tak pernah ada
Semenjak perpisahan itu
Aku terdampar di lembah sunyi dan pilu
Tak tahu lagi ke arah mana ku harus
berlalu
Seakan pikiranku mati bagai kerbau dungu
Karena hati melanda resah dan rindu
(Yayat Ruhiyat – Sulteng)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar