Sabtu, 20 Desember 2014

PANDANGAN PERTAMA




Baru pertama kali aku jatuh cinta
Hanya pada dirimu
Mata, mimpiku
Dibawa semua bersama dirimu
Nyawa ini ditinggal sendirian di sini
Aku sudah melihat banyak wajah
Tapi aku hanya jatuh cinta pada wajahmu
Mungkin ada banyak pemuda di dunia ini
Tapi aku hanya jatuh cinta pada dirimu
Aku belum pernah melihat pemuda seperti dirimu
Gadis merona di wajah manismu
Dan tahi lalat di atas bibir tipismu
Juga senyum manismu
Membuat aku selalu ingat pada dirimu
Aku tidak menyalahkan siapa pun
Atas keadaan seperti ini
Aku membaca semua kisah di matamu
Dan aku juga membaca cinta
Di kelopak matamu yang indah itu
Dan aku juga tahu kamu mencintaiku
Karna aku juga mencintai dirimu...!!!
(Evita Aprilia – Surabaya)

SEJATINYA




Asa dan nyata menyatu
Nyanyian suara hati mengalun merdu
Anganku, harapmu mengiringi langkahku
Naluri dan takdir seakan berpadu
Dan cinta pun seakan menyatu
Ada cinta yang menyatu
Antara hatiku dan hatimu
Warna-warni rindu menghiasi
Indah yang ada dalam hati
Nelangsa seakan menjauhi
Dan lembaran biru tertutupi
Akan sejati cintaku
Untukmu, Kasih.
Hening saat kurindu akan kusejatikan yang ada
Hanya kau yang dapat melestarikan arti cinta sejati
Di hati ini, Sayang....
(Winda Lestari – Sulsel)

SENDIRI




Saat kubuka mata
Aku sadar bahwa kau
Kini tak ada disampingku
Saat ku melangkah detik demi detik
Aku sadar bahwa kau tak lagi bersama denganku
Saat kumulai segala-galanya
Aku sadar bahwa kau tak lagi mau menemaniku setiap waktu
Saat kutahu bahwa kau telah pergi ke ujung bumi meninggalkan jutaan kenangan
Aku baru sadar ternyata kau memang telah pergi
Membuat hatiku menjadi pilu
Meninggalkan aku sendiri
(Lauw Mei Syang – Surabaya)

UNTUK-MU





Seuntai kata yang telah pergi
Menuju kerajaan yang abadi
Sejengkal tanah kusebut hampa
Seutas tali kusebut sunyi
Segaris senyum kuberi nama sepi
Dan kini ku bersemi
Di antara hati yang sunyi
Karena ku bermimpi
Kau ada dalam hati
Siang menjadi harapan
Malam jadi kesunyian
Aku ingin bernyanyi
Saat bunga bersemi
Alunan harpa yang hilang
Kini bisa kutemukan dalam sebait rindu
(Tina – Jogjakarta)

KERINDUAN




Dinginnya malam membuat tubuhnya kian bergetar
Dan sepinya nyanyian yang membias
Kenangan masa lampau
Kucoba menoleh di sudut matamu
Ada sesuatu yang dapat kulupakan
Inginku menggapai aroma sendumu
Namun apa daya aku tak mampu
Tapi hasratku hanya bisa melihat
Sinar matamu yang jernih
Wajahmu yang memancarkan kebahagiaan
Senyumanmu, tawamu, dan ...
Sapu yang menggetarkan
Karang di dasar hatiku
Entah apa yang harus kuperbuat
Aku sangat merindukanmu
Tapi aku tahu itu
Suatu yang tak mungkin
Aku merasa aku hanyalah
Seorang yang tak berguna
Yang hanya bisa menatap
Mengungkapkan rasa rinduku
Hanya lewat puisi saja
Puisi yang tak bermakna
Tak bertuah namun penuh arti
(Septy)