Senin, 23 Desember 2013

HARUS KU TERIMA

HARUS KU TERIMA


Saat Angan-anganku di Puncak Gunung Everest
Khayalanku seTinggi Bintang di Angkasa
Imajinasiku Bertebaran sepanjang sungai NiL
Impianku seluas isi Bumi
                 Namun apa Hendak dikata
Hanya sekedar angan-angan, sekadar khayalan
Sebatas Imajinasi, sebatas impian belaka dalam pikiran
HANYA OMONG KOSONG
               Tatapan Layu, wajah sayu
Tampak lelah tak kunjung hilang dariku
Beban Pikiran masih menggelayuti di otakku
Masih berteman dengan harapan semu
               Air mata tanda menyerah telah kuteteskan
               Bendera putih tanda kalah telah ku kibarkan
Masihkah ada arti? untuk semua?
Untuk apa? Menunggu apa?
Hatiku dipenuhi tanda tanya
Berkecamuk penuh api
HARUS KUTERIMA keadaan ini
Walaupun sebenarnya ingin ku berontak melawan semua, menangis sejadi-jadinya
KUTERIMA ini semua!!!
MAU TAk MAU aku Terima
Siap Tak siap Harus KUTERIMA
Keadaan yang tak menentu
Ketidakpastian
Kegamangan hatiku"
AKU TERPAKSA MENGALAH
Dituntut patuh pada jalan takdir yang tak ku tau sampai kapan akhirnya. (ninosnina; 08012013; 08.30)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar