Sabtu, 20 Desember 2014

ANGIN MALAM




Wahai... angin
Kubisikkan padamu tentang malam yang kusam
Dan sarinya yang hilang
Kubisikkan padamu angi tentang rapuh dahan kukuh
Dan cengkeramannya yang rapuh
Kubisikkan padamu angin tentang deburan ombak di tepian pantai
Dan desirnya lemah gemulai
Kekasih...
Kubisikkan padamu angin malam, dahan, pungguk, bulan dan ombak
Yang hakekatnya adalah aku
Bila tiba musim kesepian dan kesunyian
(Hamzi Ahmad – Riau)

KEHADIRANMU




Kasih...
Begitu indahnya hari-hari yang kulalui
Setelah aku memilikimu
Rasa gundah di hati hilang
Menjadi keceriaan
Begitu sempurnanya dirimu untukku
Begitu berartinya dirimu didiriku
Dan begitu istimewanya
Namamu dihatiku
Kasih...
Engkaulah bagian dari cerita indahku
Kau mampu membuat aku
Tersenyum dan tertawa
Karena kau selalu hadir
Di setiap lamunanku
Mimpiku dan langkahku
Bahkan di setiap hembusan
Napasku...
Kasih...
Engkau memang berarti buatku
(Etie Warnie – Sumatera Selatan)

CINTA





Letih kuberlari
Lelah kumendaki
Mencari cinta sejati
Tak pernah kudapati
Senyum indah bagai mentari
Menghangatkan bekunya hati
Tak pernah kunjung kuraih
Walau aku hampir mati
Cinta, sapalah diriku
Hampanya jiwaku
Tanpamu
Kutunggu datangmu selalu
Dalam gelap bekunya hatiku
(Dude Herlino)

AKU YA DIRIKU




Dalam perjalanan hidupku
Baik siang maupun malam
Kau lihat diriku begini adanya
Tidak seperti kau
Tidak pula seperti dia
Aku ya diriku
Tak bergaun bertabur jasa
Bukan pula pewaris mahkota
Aku tak punya tahta
Tapi aku bukanlah dayang
Apa yang ada padaku tidak ada yang kau banggakan
Namun juga tak dapat kau hina
Jangan memaksaku tuk jadi dia
Atau seperti kau
Birkan aku jadi diriku
Karena aku bukan dia
Aku, kau, dan dia memang beda
Biarkan begini adanya
Karena kita semua berbeda
(Sarmawati-Makassar)

Selasa, 21 Oktober 2014

Saat Aku Tiada



Saat Aku Tiada


Ketika waktuku telah habis
Ajal telah menjemputku
Aku telah mati tak bernyawa lagi
Ku mau semua orang jangan menangis
Kumau berbahagialah karena aku telah menyelesaikan tugasku di dunia ini
Ku mau semua orang tersenyum menghantarkan kepergianku
Jangan ada air mata yang menetes
Karena hanya akan membebani langkahku
Aku yakin kalian semua akan melupakanku seiring berjalannya waktu
Dan aku hanyalah tinggal kenangan
Tiada lagi sosok ku di antara kalian
Jiwa dan ragaku telah pergi ke alam keabadian
Dan ku harap hidup kalian kan bahagia
Meski tanpa ada aku di sisi kalian
Ingatlah aku dalam doa kalian
Hanya itu yang aku minta
Terima kasih untuk semua orang yang dekat denganku, mengenalku, menyayangiku dan mencintaiku,
Ibu, Bapak, Adikku, keluarga besarku, guru-guruku, dosen-dosenku, teman-temanku dari TK hingga perguruan tinggi, dan semua orang yang ku kenal dimana pun berada
Maafkan atas segala tutur kata dan perbuatanku yang tidak disengaja maupun disengaja, yang tidak menyenangkan hati dan menyakiti perasaan,
Maafkan segala kesalahanku,
Hanya maaf kalian semua dan senyum ikhlas kalian
Yang akan membuatku mati dengan tenang
Saat itu aku ucapkan “selamat tinggal dunia”
Dengan bahagia aku kan menghadap Sang Pencipta
^______^