Dinginnya malam membuat tubuhnya kian
bergetar
Dan sepinya nyanyian yang membias
Kenangan masa lampau
Kucoba menoleh di sudut matamu
Ada sesuatu yang dapat kulupakan
Inginku menggapai aroma sendumu
Namun apa daya aku tak mampu
Tapi hasratku hanya bisa melihat
Sinar matamu yang jernih
Wajahmu yang memancarkan kebahagiaan
Senyumanmu, tawamu, dan ...
Sapu yang menggetarkan
Karang di dasar hatiku
Entah apa yang harus kuperbuat
Aku sangat merindukanmu
Tapi aku tahu itu
Suatu yang tak mungkin
Aku merasa aku hanyalah
Seorang yang tak berguna
Yang hanya bisa menatap
Mengungkapkan rasa rinduku
Hanya lewat puisi saja
Puisi yang tak bermakna
Tak bertuah namun penuh arti
(Septy)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar